MUSEUM


web stats

Kamis, 04 Juli 2013

Prajurit Perempua Jawa

Buku ini mengulas catatan harian seorang prajurit perempuan Jawa abad 18. Sebuah harta karun unik yang bisa menunjukan kepada kita potret dunia jawa yang sudah tidak ada lag, yang sangat fokus, penuh detail, dan berwarna - warni. Bahkan isa ikut melukis kembaligambar abu - abu an kabur tentang sejarah Indonesia. Sebagai manuskrip, catatan harian ini lebih manuskrip mana pun. Kita dipaksa menimbang kembali berbagai anggapan, pendapat, dan klise tentang masyarakat Indonesia (terutama Jawa) tradisional seperti Clifford Geertz tentang "Theatre state" pengaruh Islam di Kartaton jawa abad 18 yang kurang dan tentang orang Cina. Namun yang terpenting buku ini memaksa kita untuk menimbang kembali pandangan tentang perempuan Indonesia bahkan tentang perempuan asia pada umumnya sebagai kaum yanag dikekang, dibatasi, feminim gampang menyerah. Catatan harian ini menunjukan bahwa perempuan Jawa selain ahli memainkan senapan, mereka pun mengikuti perkembangan Politik, ekonomi, di sekitar Kraton dengan detail. Sebuah buku yang untuk pertama kali memamerkan panorama spektakuler Kraton Jawa di Abad 18 dan peranan perempuan di dalamnya kepada masyarakat luas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar